| | vivaspb.com | finntalk.com
JUJUR, BERSIKAP KSATRIA, BERANI MEMBELA RAKYAT KECIL, SAYANG TERHADAP SESAMA, MENJAGA WIBAWA

Sejarah KODIM 0601

SEJARAH SINGKAT SATUAN

KOMANDO DISTRIK MILITER 0601/PANDEGLANG

 

I.          Dasar

  1. Dasar Surat Telegram Nomor : ST/137/1989 tanggal 13-41-1989 tentang perintah agar Sat Dis Jan  jajaran Kodam III/Siliwangi untuk mengirimkan kisah sejarah Kesatuan.
  2. Surat Keputusan Pangab Nomor : Skep/108/P/1984 tanggal 21 Maret tentang pokok-pokok organik dan prosedur Tentara Nasional Angkatan Darat.
  3. Perintah  Operasi Nomor : 1 tanggal 22 September 1984 tentang reorganisasi TNI/AD.
  4. Hasil rapat Paban III Spers Kasad dengan Staf pembahasan hari jadi Satuan perlu diusahakan dengan Keputusan Kasad.
  5. ST Kabintal Dam III/Slw Nomor  : ST/26/1986 tanggal 21-08-1986 tentang Pengiriman Naskah Hari Jadi Satuan/Dis/Jan.
  6. Surat Perintah Danrem 064/My Nomor : Sprin/ 132-3/6/1962.
  7. Surat Keputusan Pangdam VI/Slw Nomor : Kpts/71-2/2/1962 tanggal 6 Juni 1962 tentang Pembentukan Kodim – Kodim diantaranya Kodim Pandeglang dan Kodim Lebak.
  8. Surat Keputusan Danrem Banten Kpts 55-3/6/1962 tanggal 18 Juni 1962 tentang perintah penghapusan PDM II Pandeglang dan PDM III /Lebak menjadi pembentukan Kodim 0601/Pdg dan Kodim 0603/Lebak.

Sesuai dengan Considerans diatas adalah juga hal-hal yang wajar terjadi pada setiap satuan adanya reorganisasi /Likuidasi dan pemutasian terhadap para personelnya atas kehendak kesatuan yang berlaku, sehingga pada gilirannya termasuk status Korem Banten yang menggaris bawahi Kodim Pandeglang, Serang Lebak dan Cilegon.

 

 

II.         Sekitar Pembentukan Status Kesatuan

1.         Sesuai dasar tersebut diatas yang merupakan tolak ukur awal untuk mengetahui dan memastikan awal keberadaan status Organik/Kesatuan Kodim 0601/Pandeglang yang sebenarnya saat dibentuk pada waktu dahulu, hingga masa kini telah banyak upaya melangkah dalam rangka mencari deteksi data-data butir sejarah Perjuangan Siliwangi bersama Rakyat Jawa Barat dengan jalan menghubungi para tokoh masyarakat Pejuang anggota yang terlibat langsung maupun tidak langsung yang masih hidup diwilayah Kodim 0601/Pandeglang khususnya keberhasilan data-data sejarah yang bersifat Informal lisan, panorama alam yang hanya tinggal puing-puing sisa bangunan karena akibat perang berkepanjangan serta perubahan alam dan pembangunannya, dan dilain pihak beberapa kuburan para pejuang berada disemak-semak belukar dan hutan belantara yang hanya tinggal tulang belulang ditandai alam nabati menyulitkan untuk diketahui oleh anak istri, serta famili dan handai taulannya.

Tetapi dengan hal kejadian tersebut diatas pihak Kodim 0601/Pandeglang beserta Instansi yang terkait dengan kerja sama yang baik maka terbangunlah tempat Taman Makam Pahlawan Cihaseum Pandeglang.

 

III. Penghapusan dan Pembentukan/Likwidasi Status Organik/Kesatuan Jajaran Korem Banten.

 

Dalam menaggulangi Stabilitas Nasional Akibat gejolak politik didalam maupun diluar Negeri. ABRI bersama-sama dengan komponen Pemerintah sipil dan rakyatnya saling bahu membahu ringan sama dijingjing berat sam dipikul.

Siliwangi adalah Jawa Barat dengan Bingkai dan Perisai macan Siliwangi Esa Hilang Dua Terbilang, sehingga mampu mengerahkan Rakyat Jawa Barat dengan Sistem Operasi Gerilya Pagar Betis, Sapu Jagat dan Bratayudha pada tahun 1962 dan pembenahan keadaan darurat dari ancaman-ancaman dari sekelompok gerombolan pengacau Negara.

Pada tahun 1962 merupakan awal terbentuknya Kesatuan Kodim 0601/Pandeglang yang semula P.D.M ( Pasukan Distrik Militer ).

 

IV.       Riwayat Singkat sebelum terbentuknya Kodim 0601

No

Nama

Pangkat

Jabatan

1

Napsirin Hadi

Kapten

KDM Komandan (1949-1950)

2

Dadi Ahdi

Kapten

PADIM (tahun 1951)

3

RS Gunawan

Kapten

PADIM (tahun 1951-1952)

4

Kusnadi Hadi Kusumo

Kapten

PADIM (tahun 1952-1954)

 

V.        Nama-Nama Pejabat dari Tahun 1959 - 2009

No

Nama

Pangkat

Jabatan

1

Surya Prasojo

Mayor Inf

Dandim 1959 – 1961

2

Abdulah Dadi

Mayor Inf

Dandim 1961 – 1964

3

Pratomo

Letkol Inf

Dandim 1964 – 1965

4

Hudli

Letkol Inf

Dandim 1965 – 1967

5

F. Suyitno

Letkol Inf

Dandim 1967 – 1970

6

Iman Sulaiman

Letkol Inf

Dandim 1970 - 1972

7

R.M. Sarengat

Letkol Inf

Dandim 1972 - 1973

8

Semarsono

Letkol Inf

Dandim 1973 - 1974

9

Andaya

Letkol Inf

Dandim 1974 - 1975

10

H. Hendarsyah. K

Letkol Inf

Dandim 1975 - 1977

11

Sentot

Letkol Inf

Dandim 1977 - 1978

12

R.E. Dkoehana

Letkol Inf

Dandim 1978 - 1983

13

Edi Djumadi

Letkol Inf

Dandim 1983 - 1984

14

Sugito

Letkol Inf

Dandim 1984 - 1986

15

Sri Hardjendro

Letkol Inf

Dandim 1984 - 1988

16

Pulman Hasibuan

Letkol Inf

Dandim 1988 - 1990

17

Wahyu Widodo

Letkol Art

Dandim 1990 - 1992

18

Dahlan Idrus

Letkol Art

Dandim 1992 - 1993

19

Usman Djaya Prawira

Letkol Inf

Dandim 1993 - 1993

20

Rochman

Letkol Inf

Dandim 1993 - 1995

21

Darwa Suwarman

Letkol Inf

Dandim 1995 - 2000

22

Sukarya

Letkol Inf

Dandim 2000 - 2003

23

Erizal Dailami

Letkol Inf

Dandim 2003 - 2004

24

Sugeng Santoso

Letkol Czi

Dandim 2004 - 2005

25

Wahyudin

Letkol Inf

Dandim 2005 - 2007

26

Opan Sopandi

Letkol Inf

Dandim 2007 - 2009

27

Veri Sudijanto Sudin

Letkol Inf

Dandim 2009 - 2011

28

Danny Alkadrie

Letkol Inf Dandim 2011 - 2013

29


30

Asep Suganjar


Ganiahardi

Letkol Arh


Letkol Inf

Dandim 2013 - 2016


Dandim 2016 -

 

VI.       Hari Jadi Kodim 0601/Pandeglang Ketetapan

Dari Dasar yang telah dipaparkan sebagaimana tersebut diatas adalah mendorong   kepada   Prosedur   untuk   mencari   dan   menentukan  mana  dan hakekat tanggal, waktu penentuan Hari Jadi Kodim 0601/Pandeglang baik ditinjau dari segi kronologis geografi dan demografi Kab. Pandeglang karena semata-mata dari sudut keadaannya masa benahi status PDM menjadi Kodim, adalah mutlak dan tanggap serta analisa yang mendasar sehingga terarahnya Naskah Hari Jadi Kodim 0601/Pandeglang yang dapat dinyatakan murni dan sah.

Tidak menutup kemungfkinan adanya data yang terselipkan pada naskah yang dimaksud, diluar kesadaran pemebri informasi dan penyusunan naskah ini, dimana selaku manusia tidak luput dari kesalahan dan kehilapan.

 

VII. Menetapkan

Setelah cukup mendengar Informasi dari kalangan terkait cukup mendasar dari beberapa arsip yang bisa mengerti dan lebih otentik Surat Perintah Danrem Banten Nomor SP/132-3/6/1962 tanggal 20 Juni 1962 Ref.

1.         Skep Pangdam VI/Slw Nomor Skep/712/6/1962 tanggal 6-6-1962 tentang Pembentukan Kodim diantaranya Kodim Pandeglang dan Kodim Lebak.

2.         Surat Keputusan Danrem No. Kpts/55-3/6/1962 tanggal 18-6-1962

Perihal penghapusan PDM III Pandeglang serta melaksanakan pembentukan Kodim 0601 Pandeglang, Kodim 0603 Lebak.

Maka dengan demikian

Mengingat dan membaca -----------------------------------dst

Mempertimbangkan dan memutuskan --------------------dsl

Menetapkan : Bahwa tanggal waktu hari jadi Kodim 0601/Pandeglang adalah jatuh pada tanggal 18 Juni 1962.

 

Susunan Panitia Hari Jadi Kodim 0601 Pandeglang

 

No

N a m a

Jabatan

Pangkat

Nrp

Tanda Tangan

1

2

3

4

5

6

1

R a h m a t

Kasdim 0601/ Pandeglang

Mayor Inf

573649

1………………

2

Saputro

PLH Ketua LVRI Kab. Pandeglang

Letkol Purn

214134

2………………

3

Heri Hermawan

Pasimin Dim 0601/Pdg

Kapten Inf

607835

3………………

 

Perlu kiranya diutamakan setelah adanya ketetapan Hari jadi Kodim 0601/Pdg, beserta Komando, unsur Komando dan Staf serta Eselon bawahannya seperti Koramil dan Stafnya serta Babinsa sebagai ujung tombak.

Dimana pelaksanaan tugas yang sesuai dengan Ren Ops Progja dan melaksanakan stabilisator serta dinamisator sebagai Dwi Fungsi ABRI sampai dengan Tahun 1998.

 

Dharma Bhakti Kodim 0601/Pandeglang :

  1. Membantu Satuan Tempur dalam menumpas DI/TII.
  2. Memberantas Sisa –sisa G. 30. S PKI.
  3. Penugasan para anggota Kodim 0601/Pdg ke Tim – Tim.
  4. Tahun 1987 sampai dengan Tahun 2000 juara umum dalam pelaksanaan Program KB Kes.
  5. Melaksanakan Program TMMD sesuai dengan Perintah Komando Satuan Atas.
  6. Penugasan Kekaryaan sampai dengan Tahun 1998 di Wilayah Kab. Pandeglang.

Sejarah TNI

Sejarah Perjuangan TNI.

a. Perjalanan Sejarah Perjuangan TNI . Pada awal kemerdekaan terakumulasi kekuatan bersenjata yang berasal dari para tokoh pejuang bersenjata, baik dari didikan Jepang (PETA), Belanda (KNIL), maupun mereka yang berasal dari lascar rakyat, inilah cikal bakal lahirnya TNI, yang dalam perkembangannya mengkonsolidasikan diri ke dalam Badan Keamanan Rakyat (BKR), yang kemudian berturut-turut berganti nama menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Keselamatan Rakyat (TKR), Tentara Republik Indonesia (TRI), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI), Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS), yang kembali menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI), Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), melalui penggabungan dengan Polri, dan berdasarkan Ketetapan MPR No. VI/MPR/2000 kembali menggunakan nama Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah pemisahan peran antara TNI dan Polri. Sejak kelahirannya, TNI menghadapi berbagai tugas dalam rangka menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Pengabdian TNI kepada negara dapat dilihat dalam perjalanan sejarah perjuangannya sebagai berikut

1) Mempertahankan Kemerdekaan . Segera setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 Bangsa Indonesia menghadapi Sekutu/Belanda yang berusaha menjajah kembali bangsa Indonesia . Kedatangan kembali Sekutu/Belanda mendapat perlawanan kekuatan TNI bersama rakyat, yaitu terjadi pertempuran di mana-mana, seperti di Semarang (1945), Ambarawa (1945), Surabaya (1945), Bandung Lautan Api (1946), Medan Area (1947), Palembang (1947), Margarana (1946), Menado (1946), Sanga-Sanga (1947), Agresi Militer Belanda I (1947), Agresi Militer Belanda II (1948), dan Serangan Umum 1 Maret 1949 sehingga bangsa Indonesia mampu mempertahankan pengakuan atas kemerdekaan dan kedaulatan RI pada tanggal 27 Desember 1949. Perjuangan ini berhasil berkat adanya kepercayaan diri yang kuat, semangat pantang menyerah, berjuang tanpa pamrih dengan tekad merdeka atau mati. Khusus pada saat menghadapi agresi militer Belanda Il, walaupun Pemerintah RI yang saat itu berpusat di Yogyakarta telah menyerah, Panglima Besar Jenderal Sudirman tetap melanjutkan perjuangannya, yaitu dengan cara bergerilya karena berpegang teguh pada prinsip kepentingan negara dan bangsa.

2) Menjaga Keutuhan Bangsa dan Negara .

a) TNI bersama rakyat melaksanakan operasi dalam negeri seperti penumpasan terhadap PKI di Madiun 1948 dan G-30-S/PKI 1965, terhadap pemberontakan DI/Til di Jawa Barat, Aceh, Sulawesi Selatan, terhadap PRRI di Sumatra Barat, Permesta di Menado, Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan, PGRS/Paraku di Kalimantan Barat, RMS di Ambon, GPLHT di Aceh, Dewan Ganda di Sumatra Selatan, dan OPM di Irian. Perjuangan ini dilaksanakan demi kepentingan menyelamatkan kehidupan berbangsa dan bernegara serta berpegang teguh pada prinsip demi kepentingan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia .

b) Operasi pengamanan dilaksanakan terhadap kegiatan kenegaraan seperti Pemilu, Sidang Umum / Sidang Istimewa MPR, dan pengamanan terhadap terjadinya konflik komunal. Operasi pengamanan ini didasarkan kepada kepentingan negara dan bangsa, penyelamatan kehidupan berbangsa dan bernegara.

KOMANDAN KODIM 0601

KASDIM

Persit Kartika Chandra Kirana

Pengumuman

 

 

Visitors

218406
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
186
813
186
214938
8078
9087
218406

Your IP: 54.166.188.64
Server Time: 2017-11-19 17:01:49
RocketTheme Joomla Templates